Tampilkan postingan dengan label solusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label solusi. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Januari 2017

Mengatasi Anak yang Kecanduan Pornografi

 
 

Advertisement
 DR. Harold S. Koplewicsz adalah pendiri dan sekaligus presiden The Child Mind Institute, sebuah organisasi nirlaba mandiri yang didedikasikan untuk mengubah kehidupan anak-anak dan keluarga yang sedang berjuang dengan kesehatan mental serta gangguan belajar. Sampul majalah Time kali ini tertanggal 11 April, membahas tentang remaja laki-laki yang melaporkan konsekuensi serius dari menonton banyak pornografi di masa muda mereka. Sangat penting untuk membiarkan anak Anda mengetahui dan menyadari video porno hampir tidak mungkin untuk dihindari, dan bahwa Anda merasa nyaman membahas hal tersebut -bahkan jika sesungguhnya Anda tidak merasa nyaman dengan hal tersebut.

Minat terhadap seks dan membayangkan hal-hal yang berbau seksual adalah hal normal. Hal terpenting yang perlu dilakukan setiap orangtua adalah untuk mendekati masalah ini dengan cara tidak menghakimi. Anda harus menawarkan untuk menjawab setiap pertanyaan, meskipun hal tersebut sangat memalukan. Anda tentu tidak ingin anak-anak malu karena rasa ingin tahu mereka, atau merasa sangat bersalah karena sedang terganggunya perkembangan identitas seksual yang sehat.
Akan tetapi, kenyataannya pornografi sangat realistis yang dapat sangat membahayakan kemampuan anak-anak untuk memiliki sebuah hubungan yang sehat dengan tubuh dan mitra seksual mereka. Berikut adalah beberapa poin yang perlu dibahas.

Mulai dengan cara yang sederhana

Selasa, 17 Januari 2017

Menteri Sosial: Tinggal 33 dari 160 Lokalisasi Belum Ditutup


Dengan menjamurnya lokalisasi di provinsi itu, Khofifah menyebut, Kaltim sebagai provinsi dengan tingkat pengidap HIV/AIDS yang cukup besar mencapai 3 ribuan orang.
Menteri Sosial: Tinggal 33 dari 160 Lokalisasi Belum Ditutup
CNN INDONESIA
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa: dari 160 lebih lokalisasi di Indonesia tahun 2014, kini tinggal 33 lokalisasi belum ditutup

Terkait

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan dari 160 lebih lokalisasi di Indonesia pada tahun 2014 kini tinggal 33 lokalisasi yang belum ditutup.
“Dengan ditutupnya tiga lokalisasi di Banjarbaru maka secara nasional tinggal 33,” kata Mensos saat menghadiri deklarasi penutupan lokalisasi di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan,dikutip Antaranews, Ahad (18/09/2016).
Khofifah mengatakan penutupan seluruh lokalisasi ditargetkan selesai pada tahun 2019. Menurut dia penutupan lokalisasi bukan pekerjaan mudah dan membutuhkan kerja sama banyak pihak karena persoalannya sedemikian kompleks, termasuk pascapenutupan.

Minggu, 15 Januari 2017

EFEKTIFITAS PENYULUHAN TERHADAP PERILAKU MENCEGAH PENULARAN HIV DAN AIDS PADA PSK


Oleh : Deidy Tjahayadi *)

Banyak aktivis yang beranggapan bahwa dengan memberikan penyuluhan dan penyebaran media KIE dapat mengubah perilaku PSK untuk mencegah penularan HIV dan AIDS. Tetapi berdasarkan hasil penelitian penulis di 2 eks-lokalisasi Kota Bandar Lampung membuktikan bahwa kedua kegiatan tersebut efektifitasnya hanya 61% dan selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh penulis. Kenapa hal ini terjadi? Salah satunya karena kedua kegiatan tersebut belum mengakses semua PSK dan sifat kegiatannya yang temporer.

Bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia artinya para pengambil kebijakan (pemerintah) berkewajiban untuk memberi jaminan kesehatan kepada semua tingkatan dalam masyarakat dengan standard pelayanan kesehatan yang berkualitas. Disadari bahwa dalam mewujudkan hal di atas, diperlukan peran serta semua pihak termasuk upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian di bidang kesehatan serta membudayakan perilaku hidup sehat pada masyarakat.

1. Pada variabel penyuluhan untuk keseluruhan indikator termasuk dalam kategori baik. Sedangkan untuk masing-masing indikator, indikator narasumber menduduki urutan I dengan kategori baik dan indikator keikutsertaan dalam penyuluhan berada di urutan terakhir dengan kategori cukup.

Rabu, 11 Januari 2017

76 PSK Asal Cina Dengan Tarif Mulai Rp 2,8 Juta Terjaring Razia

 2  24  30  0 Share0
 Pekerja Seks Komersil (PSK) asing asal negera Cina nyata adanya. Terbukti, Direktorat Jenderal Imigrasi mengamankan 76 wanita warga negara Cina dari beberapa tempat hiburan malam pada Sabtu (31/12/2016) malam. 76 WNA Cina ini dinamakan dalam rangka penertiban malam tahun baru 2017.
Dirjen Penindakan dan Pengawasan Keimigrasian, Yurod Saleh mengatakan operasi pengawasan orang asing tersebut digelar selama dua malam. Mereka merazia tempat-tempat hiburan yang diduga memfasilitasi kegiatan orang asing yang dilakukan secara ilegal.
” Operasi dua malam menjelang tahun baru itu berhasil mengamankan 76 perempuan RRC usia sekitar 18-50 tahun,” ujarnya, Ahad (1/1/2017).
Yurod melanjutkan, 76 WNA Cina ini modusnya bekerja sebagai terapis pijat. Namun terbongkar dengan ditemukannya barang bukti seperti pakaian dalam, alat kontrasepsi seperti kondom dan alat pelumas, serta bukti pembayaran.

Jumat, 21 Oktober 2016

Pelacuran Kelas Atas Bakal Diberangus

Praktik pelacuran di ibukota akan bersih sehingga penyebaran penyakit HIV/AIDS bisa diberangus. Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anti Prostitusi, kini sedang digodok.
Kepastian penggodokan Raperda Anti Prostitusi diungkap Wakil Ketua DPRD DKI, Abraham Lunggana (Lulung), Sabtu (27/2). “Raperda ini kita godok, tujuannya untuk menghilangkan praktik prostitusi di Jakarta,” tegasnya.
Maksud lenyapnya praktik prostitusi bukan semata kelas bawah saja. “Pelacuran kelas atas juga kita berangus. Apalagi indikasi adanya protitusi di kelas atas itu sudah dikuatkan dengan pernyataan Gubernur Ahok,” ucap Lulung.

Sabtu, 15 Oktober 2016

Ustadz Hasyim Yahya 'Surabaya': Penerapan Syariah Solusi atasi Pelacuran


4.406 views

 Rencananya, Rabu (18/6/2014) komplek pelacuran terbesar di Surabaya, lokalisasi Dolly akan resmi ditutup oleh Pemkot Surabaya.
Meski sempat di bumbui dengan isu dan beberapa ancaman dari pihak yang tidak setuju, akan tetapi tekad baja Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sudah terlanjur bulat, demi menyelamatkan generasi Indonesia dari keterpurukan akhlak.
Jadwalnya sejumlah ormas dan tokoh umat Islam akan mengelar Orasi sebagi pedukungan atas sikap Wali Kota Surabaya terebut. Ustadz Hasyim Yahya, ulama kharismatik di Surabaya akan memberikan wejangan melalui orasinya.
“Menutup hal itu sudah menjadi tanggung jawab pemerintah, jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak di tutup, mau pakai undang undang apa aja, aturan apa aja, bahwa hal itu sangat bertentangan,” tutur Kiai yang memiliki wajah teduh yang duduk di kursi roda kepada voa-islam, Ahad (15/6/2014).

Senin, 10 Oktober 2016

Lewat Majalah, Keluar dari Bordil

Anak-anak pelacur kerap berujung di dunia perdagangan manusia itu sendiri. Tapi beberapa rumah bordil di India meluncurkan majalah tulis tangan yang unik, agar anak-anak itu tak terperangkap di dunia prostitusi.

default
Anak-anak dengan majalah Jungnu di Muzaffarpur
Membungkuk di depan kertas, Farzana, 10 tahun usianya, menggambar dokter yang bekerja di sebuah rumah sakit. Haidar, yang berusia 13 tahun, sibuk menulis impiannya menjadi seorang teknisi. Remaja lainnya, Neeta, seorang gadis berumur 14 tahun menulis puisi tentang  seekor burung ingin lepas bebas dari kandangnya dan terbang di angkasa.

Kamis, 07 Juli 2016

Solusi Masalah Prostitusi


Sahabat VOA-Islam...
Pasca insiden fortuner maut yang telah mengakibatkan 4 orang tewas. Pelaku sangat menyesal karena telah mendatangi sebuah kafe di Kalijodo, Jakarta Barat. Menurutnya, semua petaka yang membuat mobil Toyota Fortuner yang dikendarainya terlibat kecelakaan maut berawal dari pertemuan di Kalijodo.
Nama Kalijodo pun menjadi hangat diperbincangkan, kalijodo terkenal sebagai lokalisasi besar di Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun berencana akan menutup lokalisasi Kalijodo pasca insiden fortuner maut ini.
Kalijodo hanyalah salah satu dari sekian banyak masalah mengenai bisnis prostitusi di Indonesia. Belum lagi ada Saritem dan gang 'Dolly' sebagai lokalisasi terbesar di Asia Tenggara. Dengan dalih, faktor ekonomi banyak orang yang tergiur untuk mengambil jalan pintas melakoni bisnis haram ini.
Dengan dalih faktor ekonomi, banyak orang yang tergiur untuk mengambil jalan pintas melakoni bisnis haram ini. Namun, dibanding dengan faktor ekonomi tuntutan gaya hidup lah yang lebih dominan menjadi faktor dalam bisnis prostitusi
Namun, dibanding dengan faktor ekonomi tuntutan gaya hidup lah yang lebih dominan menjadi faktor dalam bisnis prostitusi, belum lagi publik pun dihebohkan dengan prostitusi online yang menjerat para artis dengan bayaran yang jumlahnya fantastis.
Setidaknya ada lima jalur berikut semestinya ditempuh untuk mengatasi maraknya prostitusi. Bila jalur-jalur ini dilaksanakan oleh negara secara simultan, bukan hanya salah satu dan sepotong-sepotong maka semua faktor yang mendorong terjadinya prostitusi bisa dieliminasi bahkan dihilangkan. Kita tentu menyadari bahwa tindak asusila bisa saja terjadi, namun kemaksiatan itu tidak terjadi secara marak karena pintu-pintunya telah ditutup rapat.
Pertama, penyediaan lapangan kerja. Penyediaan lapangan pekerjaan berarti adanya kemudahan masyarakat untuk pekerjaan yang layak dan mampu mencukupi kebutuhan diri dan keluarga yang ada dalam tanggungannya. Negara memberi kemudahan permodalan bagi yang membutuhkan dan tanpa bunga. Iklim usaha kondusif juga diperlukan. Lain halnya dengan saat ini dimana lapangan kerja terbatas dan pemenuhan kebutuhan diri dan keluarga menjadi masalah besar di tengah masyarakat. Perempuan semestinya tidak menjadi pencari nafkah utama bagi keluarganya.
Kedua, pendidikan/edukasi yang sejalan. Pendidikan juga menanamkan nilai dasar tentang benar dan salah serta standar-standar hidup yang boleh diambil dan tidak. Alasan PSK yang kembali ke tempat prostitusi setelah mendapat pembinaan ketrampilan karena lebih sulit mendapat uang dari hasil menjahit dibanding melacur tidak akan terjadi bila ada penanaman kuat tentang standar benar dan salah.
Ketiga, jalur sosial. Pembinaan masyarakat untuk membentuk keluarga yang harmonis merupakan penyelesaian jalur sosial yang juga harus menjadi perhatian pemerintah. Bila keluarga harmonis maka tidak banyak laki-laki yang membutuhkan untuk mencari kesenangan ke tempat pelacuran atau ingin mendapat kasih sayang dengan mengencani PSK.
Keempat, penegakan hukum/sanksi tegas kepada semua pelaku prostitusi/zina. Tidak hanya mucikari atau germonya. PSK dan pemakai jasanya yang merupakan subyek dalam lingkaran prostitusi harus dikenai sanksi tegas. Terlebih dalam Islam Hukuman di dunia bagi orang yang berzina adalah dirajam (dilempari batu) jika ia pernah menikah, atau dicambuk seratus kali jika ia belum pernah menikah lalu diasingkan selama satu tahun. Jika di dunia ia tidak sempat mendapat hukuman tadi, maka di akhirat ia disiksa di neraka.
Penyelesaian prostitusi membutuhkan diterapkannya kebijakan yang didasari syariat Islam. Harus dibuat undang-undang yang tegas mengatur keharaman bisnis apapun yang terkait pelacuran
Terakhir, jalur politik. Penyelesaian prostitusi membutuhkan diterapkannya kebijakan yang didasari syariat Islam. Harus dibuat undang-undang yang tegas mengatur keharaman bisnis apapun yang terkait pelacuran. Tidak boleh dibiarkan bisnis berjalan berdasar hukum permintaan dan penawaran belaka tanpa pijakan benar dan salah sesuai syariat.
Negara tidak hanya harus menutup semua lokalisasi, menghapus situs prostitusi online tapi juga melarang semua produksi yang memicu seks bebas seperti pornografi lewat berbagai media. [syahid/voa-islam.com]
Kiriman Neng Maryana
(Ibu Rumah Tangga, Tinggal di Tanjungsari Kab. Sumedang Jawa Barat

Senin, 04 Juli 2016

22 Lokalisasi di Kaltim Resmi Ditutup

Alhamdulillah 22 Lokalisasi di Kaltim Resmi Ditutup

Mensos resmi menutup 22 lokalisasi yang ada di Kalimantan Timur.(Awaluddin Jalil/Sindonews)

A+ A-
 Kementerian Sosial bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) resmi menutup 22 lokalisasi yang ada di wilayah tersebut.

Acara seremonial penutupan dilakukan di Lokalisasi bayur, Kelurahan Sempaja, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda Rabu 1 Juni 2016 sore.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang didampingi Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak resmi menutup lokalisasi dengan membuka plang penutupan secara simbolis.

sebelum ditutup, para pekerja seks komersil diberi pembinaan keterampilan dan modal usaha.

Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah melakukan upaya persiapan sejak tiga bulan terakhir sebelum penutupan. Mulai dari pembinaan keterampilan hingga memberikan modal usaha.

"Dari 22 lokalisasi itu, sebanyak 1.315 PSK bekerja di dalamnya. Seluruhnya telah mendapat pembinaan dan uang santunan untuk modal usaha," kata Khofifah.

Dia menjelaskan, kini di Indonesia masih ada 69 titik lokalisasi lagi dengan total 36 ribu PSK yang siap ditutup. Terbanyak berada di Provinsi Jawa Barat dengan jumlah PSK mencapai 21 ribu orang.

"Jadi ini kan sebetulnya di sisi keamanan masyarakat juga. Kita melihat setiap lokalisasi di situ ada eksploitasi, di situ ada kekerasan, di situ ada perdagangan orang. Bukankah kita menolak perdagangan orang, kita menolak eksploitasi," pungkasnya.


(http://daerah.sindonews.com/)
dibaca 3.181x